Sepuluh TUPOKSI Manajer Produksi

project-managementSebagian para pejuangku kerap tertangkap telinga sedang membicangkan tema yang menggelitik rasa penasaran mereka, yakni Apa sih yang dikerjakan oleh manajer produksi kita? Nah, pada kesempatan ini, saya ingin menyampaikan dengan ikhlas kepada para pejuangku sekalian, apa yang menjadi TUPOKSI (Tugas Pokok dan Fungsi) Manajer Produksi.

Adalah Jay Heizer dan Barry Render dalam bukunya yang luar biasa Operations Management menyatakan bahwa semua manajer yang baik akan melaksanakan fungsi dasar proses manajemen. Proses manajemen ini terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, pengaturan karyawan, pengarahan dan pengendalian. Manajer produksi atau operasi menerapkan proses manajemen ini pada pengambilan keputusan dalam fungsi manajemen produksi/operasi. Terdapat sepuluh tugas pokok dan fungsi (tupoksi) manajer produksi dalam buku ini, yakni:

  1. Desain produk dan jasa, yakni bertanggung jawab terhadap masalah barang atau jasa apakah yang seharusnya ditawarkan dan bagaimana mendesain produk atau jasa tersebut.
  2. Manajemen mutu, yakni bertanggung jawab terhadap kualitas dan bagaimana mendefinisikan kualitas.
  3. Desain proses dan kapasitas, yakni bertanggung jawab terhadap proses apakah yang dibutuhkan oleh produk ini dan berapa kapasitas yang tersedia dan peralatan atau teknologi apakah yang diperlukan dalam proses ini.
  4. Lokasi, yakni bertanggung jawab terhadap lokasi menempatkan fasilitas dan berdasarkan kriteria apakah seharusnya mengambil keputusan lokasi.
  5. Desain tata  letak, yakni bertanggung jawab terhadap bagaimana menyusun fasilitas dan seberapa besar fasilitas yang dibutuhkan untuk memenuhi rencana produksi.
  6. Sumber daya manusia dan sistem kerja, yakni bertanggung jawab terhadap bagaimana menyediakan lingkungan kerja yang layak dan sejauh mana dapat berharap terhadap produktivitas karyawannya.
  7. Manajemen rantai pasokan (supply-chain management), yakni bertanggung jawah terhadap keputusan membuat atau membeli, siapakah pemasoknya dan seterusnya.
  8. Persediaan, perencanaan kebutuhan bahan dan JIT (just-in time), yakni bertanggung jawab terhadap seberapa banyak persediaan setiap barang yang harus dimiliki dan kapan seharusnya memesan kembali.
  9. Penjadwalan jangka pendek dan menengah, yakni bertanggung jawab terhadap keputusan apakah lebih baik tetap mempertahankan karyawan di saat bisnis menurun? dan pekerjaan apakah yang dapat dilakukan setelah suatu proses berjalan, dan seterusnya.
  10. Perawatan, yakni bertanggung jawab terhadap siapakah penanggung jawab perawatan dan kapankah melaksanakan perawatan.

Nah, tugas pokok di atas tentu mempersyaratkan kerja sama yang baik dengan departemen atau bagian lain yang terkait sehingga disinilah diperlukan sosok yang mampu berkomunikasi dengan baik dan benar serta mampu mendelegasikan dengan tepat. So, Siapa yang berminat menjadi manajer produksi?